Kamis, 27 Oktober 2011

Wanita dan Gerobak Merah

Aku rindu ia
Wanita bergerobak merah
Peluhnya harum....

Aku tak malu jadi milikmu
Tak akan pernah
Cita kita kan kujaga
Bersama menemanimu

Sesekali  kau bertanya,
" Kapan kita jumpa nanda?."
Yakinku padamu Sejengkal waktu
Hanya sejengkal
Ku ajak dikau bertualang
ke ranah alang-alang
Ketika kecil dulu
Engkau sabar menunjuki jalan....

4 komentar:

  1. ia...
    beliau bisa jadi teman & sahabat,
    wanita bergerobak merah itu adalah wanita yang paling dekat denganku...^_^

    BalasHapus
  2. ohhh . .ibu tho maksudnya?

    BalasHapus
  3. ya.. ibuku...
    membicarakan ibu itu menurutku asyik mas ichal,
    sama asyiknya seperti para ibu berbicara tentang anak-anaknya dengan Bangga!

    BalasHapus