Ini cerita nan menghanyutkan…
Ah tidak juga
Menyebalkan?... mengenaskan??
Ah.. berlebihan…
Berawal dari kepulanganku ke dusun halaman
Jika balik dusun tentunya aku harus pergi ke rumah nenek dari ibu dan nenek dari ayah
Berhubung jarak rumah mereka hanyalah 10 km sahaja…
Ketika aku pergi ke tempat ayah
Bersualah aku dengan uda sepupu
Berbincang basa-basi….
Sampai pada pertanyaan..
“ na kenapa banyak akhawat itu yang nggak pandai masak?.”
Mataku berbinar-binar……
“ uda ngejek na?...”
“ ndak, uda ragu kalo akhawat tuh pandai masak…”
“ huh… uda ajo yang ndak tahu, di rumah na dulu (pake dulu!) akhawat jago masak kok, jangan menjeneralisirlah…. Seharusnya uda Tanya kenapa banyak perempuan yang gak pandai masak?.”
“apa akhawat itu menjunjung emansipasi juga…?.”
Aku geleng-geleng kepala.
“ nggak gitu juga kali da…. Ini adalah masa dimana belanja di rumah makan lebih ekonomis!.”
“trus, kenapa akhawat tu kalo naik motor kencang?.”
“ hoh… kenapa pula uda perhatikan akhawat naik motor, urusan akhawat tu lah! Mau racing di jalan raya …”
“ ndak-e, sering uda kalo lagi jalan raya, di dahului akhawat yang ngebut dari belakang……”
“ ish…. Uda memperhatikan!.”
“ gimana nggak memperhatikan jadinya… takajuik awak di buek-e.”
” Bawaan aktivis tuh… Sibuk… banyak jadwal.”
“ bilangin ke para Akhawat tuh yoh na, kalau di jalan raya tuh santai aja. Ndak usah ngebut-ngebut!.”
“ banyak kok perempuan- perempuan yang ngebut di jalan, kenapa khusus akhawat saja…??”
“ karena akhawat tuh yang tampak!.”
Setidaknya ini jadi pelajaran
Jika…!!!
Akhawat itu adalah calon guru peradaban
Jadi tidak salah
Apabila…
Banyak orang menginginkan dia menjadi lebih sempurna dari yang lain…
Untuk kritik senikmat kripik
_wallahu’alam bissawab_
hehe . .bener tu kata uda-nya mbak yona.
BalasHapus:D
*setuju setuju*
saya juga...!!!
BalasHapus:-D
akhwat suka balapan?!
BalasHapuskayaknya cari lawan :)
jadi ingat gang motor
BalasHapusbalapan liar....
:-)